Page 1 - Warta 07 Februari 2021
P. 1

Minggu, 7 Februari 2021
       RENUNGAN


                            BERITAKANLAH KABAR BAIK
                    “Celakalah aku bila tidak memberitakan Injil” (1 Kor 9:16b)
            Saudara-saudara, hari ini menjadi hari minggu pertama di bulan Februari dan kita masih saja
       mendengar bencana datang silih berganti. Saat bencana hadir dalam situasi pandemi covid-19, tentu
       para korban dituntut berjuang lebih keras. Tantangan yang sangat sulit atau hampir tidak mungkin
       menerapkan  protokol  kesehatan  di  tempat  pengungsian,  walaupun  tetap  diupayakan  untuk  tetap
       menjalani protokol kesehatan. Bersyukurlah kita yang tidak mengalami hidup di pengungsian. Kita
       diperlihatkan pada situasi-situasi yang semakin sulit pada awal tahun. Situasi-situasi yang semakin
       sulit juga hadir dalam kehidupan sehari-hari, lalu bagaimana sikap kita? Tugas kita memberitakan
       kabar baik bagi setiap mereka yang mengalami kesulitan.

            Bacaan leksionari hari ini mengajak kita meneladani Yesus Kristus yang berani memberitakan
       kabar baik ditengah situasi yang sulit. Tantangan apa saja yang dialami oleh Yesus? Yesus melakukan
       penyembuhan kepada banyak orang dan mengusir banyak setan pad waktu malam hari. Aturan yang
       berlaku  pada  saat  itu,  waktu  malam  hari  merupakan  waktu  untuk  mendalami  hukum  Taurat.
       Pendalaman Taurat semakin harus dilakukan (tidak boleh dilanggar dengan kegiatan apapun) pada
       hari sabat. Yesus menyembuhkan pada pagi dan siang hari dihari sabat dilanjutkan pada malam hari.
       Sikap Yesus yang demikian, tentu dianggap melanggar aturan yang berlaku pada saat itu. Apakah
       Yesus melanggar aturan pada saat itu? Jika dipandang secara hitam di atas putih, tentu demikian,
       tetapi sikap memberitakan kabar baik tidak dapat selamanya dipandang dengan cara yang demikian.
       Memberitakan kabar baik, sesungguhnya didasari dengan sebuah prinsip memanusiakan manusia.
            Paulus memberitahukan dan mengajarkan tentang kehidupan sebagai seorang Rasul. Tugas
       utama sebagai rasul yaitu memberitakan Injil atau dapat juga disebut kabar baik. Seorang rasul yang
       memberitakan  Injil  seharusnya  menghayati  hal  tersebut  sebagai  respon  iman  terhadap  karya
       keselamatan  dalam  Yesus  Kristus,  bukan  sekedar  pekerjaan  untuk  mendapatkan  penghasilan,
       sekalipun  ia  berhak  mendapatkan  upah  dari  apa  yang  dikerjakannya.  Dalam  semua  nasihatnya,



                 Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah
                               dan yang memeliharanya.” (Lukas 11:28)
   1   2   3   4   5   6