Page 2 - Warta 25 April 2021
P. 2
Renungan
RENUNGAN
MENGGEMBALAKAN BUKAN DENGAN KUASA
Yohanes 10:11-18
Sebuah lagu yang cukup dikenal
“Tuhan Adalah Gembalaku“
Tuhan adalah gembalaku, tak kan kekurangan aku
Ia membaringkanku di padang yang berumput hijau
Ref:
Ia membimbingku ke air yang tenang, Ia menyegarkan jiwaku
Ia menuntunku di jalan yang benar, oleh karna namaNya
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman
Aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku
GadaMu dan tongkatMu itulah yang menghibur aku
Coda:
Sebab aku akan diam dalam rumah Bapa s'panjang masa
Lirik lagu di atas sebuah pengakuan bahwa Tuhan adalah Gemabaku, Dia tak
akan membiarkan aku kekurangan, suatu pengakuan penyertaan Tuhan dalam
kehidupan setiap orang yang juga mengakui pemeliharaan Tuhan. Benarkah kita
mengalami pemeliharaan Tuhan? Pasti benar! Karena kita mengalami suatu
hubungan istimewa antara Tuhan sebagai Gembala yang tidak pernah meninggalkan
kita, sekalipun kitalah yang meninggalkan-Nya.
Dalam Yohanes 10 : 11 – 18 Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya sebagai
Gembala yang baik, sedangkan umat-Nya sebagai domba. Sebagai domba biasanya
digambarkan lemah lembut dan juga jinak, karena lemah maka kalau ada ancaman
mudah sekali binasa. Sehingga domba itu membutuhkan seorang gembala yang baik
untuk dapat membimbing, menuntun dan menyelamatkan. Yesus mengatakan
“Akulah gembala yang baik”. Kata “Akulah” memberikan penekanan bahwa Yesus-lah
yang akan menuntun domba-Nya. Pernyataan Yesus ini menunjukkan bahwa Dialah
gembala yang baik itu, yang akan melakukan apapun demi keselamatan para
kawanan domba-Nya. Gembala yang baik, mau berkorban bagi domba-domba-Nya
dan mengenal domba-domba-Nya. Sehingga ketika ada domba yang hilang Gembala
yang baik akan mencarinya. Gembala melakukan tugas dengan hati tulus, penuh cinta
menyelamatkan dan mencari yang hilang, dengan hati yang penuh kasih, hati yang
peduli dengan manusia berdosa.
01 | Warta Jemaat Minggu Paskah IV- 25 April 2021

