Page 2 - Warta 27 Feb 2022
P. 2
Renungan
RENUNGAN
Kemah allah seluas dunia
Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-
Nya: “Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan
sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa, dan satu untuk Elia.”
Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu. (Lukas 9:33)
Jemaat yang dikasihi Kristus,
Menurut kalender tahun gerejawi, hari ini kita peringati sebagai Minggu
Transfigurasi. Pada hari Minggu Transfigurasi ini kita diajak menghayati jatidiri Yesus
sebagai Firman Allah yang menjadi manusia. Injil Yohanes 1:3 menyaksikan bahwa
sejak semula Dia adalah Firman yang bersama-sama dengan Allah dan Dia adalah
Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh-Nya. Tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah
jadi dari segala yang telah dijadikan.
Firman yang menjadi manusia dan mewujud dalam diri Yesus itu dikenal juga
dengan sebutan Anak Sang Bapa. Sebagai manusia, Yesus adalah sosok yang taat
kepada Bapa-Nya. Ia datang ke dunia demi mewujudkan anugerah Sang Bapa yang
mengasihi manusia dan segenap ciptaan. Ia rela menjalankan misi Illahi itu dengan
menyerahkan Diri-Nya demi keselamatan dunia dan segala isinya.
Tema ibadah kita pada hari ini ialah “Kemah Allah Seluas Dunia”. Bacaan Alkitab
yang mendasarinya ialah Keluaran 34:29-35; Mazmur 99:1-9; 2 Korintus 3:12-18, 4:1-
2; Lukas 9:28-43. Melalui tema ini, kita diajak memahami ketaatan yang ditunjukkan
Yesus sebagai Anak Sang Bapa yang diutus untuk menebus dan menyelamatkan
manusia dari hukuman akibat dosa mereka.
Transfigurasi Yesus adalah peristiwa istimewa sehingga dicatat dalam ketiga Injil
Sinoptik, yaitu Matius, Markus, dan Lukas. LAI menggunakan istilah Yesus
“dimuliakan” di atas gunung. Wajah-Nya bercahaya. Jubah-Nya berkilau. Ia juga
diapit oleh Musa dan Elia. Peristiwa itu tentu menyenangkan hati para murid Yesus.
Maka wajar dan manusiawi bila mereka ingin menikmati peristiwa spektakuler itu
dalam durasi yang lebih panjang.
Markus memberi informasi bahwa Petrus ketakutan saat melihat Yesus
dimuliakan dan ia tidak tahu apa yang harus diperbuat. Secara spontan ia
menawarkan untuk mendirikan tiga kemah untuk Yesus, Musa, dan Elia. Sementara
Lukas mencatat bahwa Petrus memang berkata-kata, tapi ia sendiri samasekali tak
tahu apa yang diucapkannya. Kita bisa menduga, kegembiran melihat Yesus
dimuliakan adalah alasan yang melatarbelakangi ucapan Petrus.
01 | Warta Jemaat - 27 Februari 2022

