Page 2 - Warta 26 Juni 2022
P. 2
Mengikut-Nya berarti harus berjalan dalam tuntunan-Nya. Hidupnya bukan dirinya lagi.
Semuanya dipandu oleh Yesus sepenuhnya.
Dalam ayat 59, Yesus mengajak seorang lain untuk mengikut-Nya. Tetapi orang tersebut
menjawab: “Izinkan aku pergi dahulu menguburkan bapaku.” Yesus menimpali seperti dalam ayat
60: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah
Kerajaan Allah di mana-mana.” Perkataan Yesus ini tidak dapat diartikan secara harfiah. Dia mau
mengatakan bahwa di tengah-tengah kehidupan ini mempunyai banyak pilihan. Kadang-kadang
sangat kontradiktif atau bertentangan. Di sini kita harus menentukan hal yang utama. Memberi
tempat utama bagi Tuhan adalah mutlak. Misi Kerajaan Allah harus didahulukan, tidak dapat
ditunda-tunda.
Di ayat 61, seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku
pamitan dahulu dengan keluargaku.” Yesus pun menjawab: “Setiap orang yang siap untuk
membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.” Orang tersebut ingin
mengikut Yesus namun bersyarat.
Dari ketiga orang tersebut di atas, jangan-jangan kita pun serupa dengan mereka. Namun yang
pasti untuk mengikut Yesus harus dilandasi dengan motivasi dan hasrat yang kuat dan jelas. Tidak
ada kebimbangan dan bukan pula asal-asalan atau sekadar coba-coba. Bersedia mengikut Yesus
berarti kita harus taat, setia serta tulus.
Hari ini kita sudah lebih dari dua tahun hidup “berdampingan” dengan Covid-19. Perubahan
maha cepat telah terjadi. Mungkin ada di antara kita kehilangan orang yang sangat kita kasihi. Ada
pula yang kehilangan pekerjaan atau penghasilan berkurang bahkan untuk beribadah pun diatur-
atur. Pendek kata, segala kesulitan, kesesakan yang berujung penderitaan sudah kita alami. Di
tengah keguncangan seperti ini, masihkah kita tetap taat, setia dan tulus mengikut-Nya? Sebagai
pengikut Kristus sejati, tetaplah mengarahkan hati kita kepada Tuhan Yesus, karena pada
akhirnya hanya Dia yang memampukan kita melewatinya. Ingatlah seperti kidung di atas tadi,
“meskipun saya susah, menderita dalam dunia”, tetaplah mengikut-Nya, Sang Junjunan setiap
orang percaya. Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua. (TG)
*Lirik asli dalam bahasa Kepulauan Roti lagu “Saya Mau Ikut Yesus” adalah “AU TUNGGA
LAMATUAK”
AU TUNGGA LAMATUAK, AU TUNGGA LAMATUAK LOSA DO NA NEU.
LEO MAI AU SUSA DUKA DOKI DAEBAFOK.
AU TUNGGA LAMATUAK LOSA DO NA NEU.
Warta Jemaat Minggu – 26 Juni 2022 |2

