Page 2 - Warta 18 Feb 2024
P. 2

berdasarkan  pengamatan  dan  pengalaman  pribadi.  Pemazmur  ingin  membaca  dan
       menyanyikan lirik-lirik pujian itu bagi generasi berikutnya.
            Kita pun dapat menyaksikan dewasa ini, banyak lagu pujian dalam ibadah gereja
       dan dalam pertemuan komunitas jemaat, yang menguatkan keyakinan bahwa Allah kita
       selalu  setia.  Jika  Ia  berjanji  menyatakan  perlindungan  bagi  yang  berserah,  hal  itu
       dilakukan-Nya. Karena itu, bersukacitalah mereka yang mengalami.  Patutlah kita gemar
       menyanyikan kidung dan pujian tentang janji-janji Tuhan.
            Cara  Rasul  Petrus menyatakan  bahwa  Allah  kita  tidak ingkar  janji  cukup unik.
       Ditegaskan bahwa Ia yang benar, rela menderita untuk dosa-dosa kita, agar membawa
       kita kepada Allah (1 Petrus 3:18). Kemudian, Petrus teringat kepada janji Allah kepada
       Nuh, bahwa Ia memberi keselamatan bagi yang percaya dan menyatakan hukuman bagi
       mereka yang memberontak pada waktu Nuh membangun bahtera (Kej. 6:1-7:24).
            Artinya, Rasul Petrus memaknai kematian Yesus Kristus selama tiga hari di kubur,
       membuka ruang agar dalam roh, Tuhan menyatakan bahwa janji Allah kepada Nuh pada
       masa lalu itu benar. Nuh itu setia, mengerjakan perintah Allah. Kristus sendirilah yang
       menggenapkan janji mulia itu (1 Petrus 3:20).
            Penulis  Injil  Markus  mendapat  bimbingan  dan  pengajaran  dari  Rasul  Petrus,
       sehingga  mengenal  siapa  Tuhan  Yesus  Kristus  dan  mengapa  Ia  datang  ke  dunia  ini.
       Markus tidak ragu menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah (Markus 1:1). Ia
       menggenapkan  janji  Allah  melalui  nabi  Yesaya  (1:2-3)  dan  melalui  kotbah-kotbah
       Yohanes Pembaptis (1:4-8).
            Kemudian, perkataan Allah kepada Abraham (Kej. 22:2) dan nubuat Pemazmur
       mengenai  Mesias  (Mzm.  2:7),  dinyatakan  Markus,  juga  digenapi  oleh  Yesus  Kristus.
       Karena  itulah  terdengar  suara  dari  atas  yang  berkata,  “Engkaulah  Anak-Ku  yang
       Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan” (Mrk. 1:11).
            Selanjutnya,  ketika  Tuhan  pergi  ke  padang gurun,  Ia  dicobai  Iblis  dan menang
       (1:12-13).  Hal  itu  menggambarkan  perbuatan  Nabi  Musa  pada  masa  lampau,  ketika
       disuruh ke Gunung Sinai untuk menerima pengajaran bagi Israel (Kel. 19:3-20:26). Tidak
       heran  bila  Yesus  menyatakan  bahwa  kitab-kitab  Musa,  para  nabi  dan  Mazmur
       menjelaskan tentang diri-Nya (Luk. 24:44).
            Kita  diingatkan  Firman  Tuhan  pada  hari  Minggu  ini,  bahwa  Allah  kita  dapat
       dipercaya. Kita dipanggil oleh Kristus untuk terus berbalik kepada-Nya. Seruan Yesus
       agar  kita  bertobat,  percaya,  bersandar  kepada-Nya,  patutlah  kita  respon  dengan
       sukacita. Terpujilah Tuhan! [BSS]







                                   Warta Jemaat Minggu  Pra Paskah I –  18 Februari 2024  |2
   1   2   3   4   5   6   7