Page 2 - Warta 24 Maret 2024
P. 2

teologis,  Yesus  tidak  menghadapi  penyalibannya  dengan  keperkasaan,  namun
       dengan kerendahan hati. Keledai sering dinilai bodoh dan lamban. Namun keledai
       memiliki keunggulan dibanding kuda yaitu harga keledai lebih murah dan lebih
       cocok untuk konteks geografis Israel. Peperangan Yesus menghadapi kematian-
       Nya bersama keledai menjadi simbol kesiapan berperang dengan rendah hati dan
       lembut,  termasuk  juga  bagi  mereka  yang  tersisihkan.  Kemuliaan  Yesus
       dinyatakan dengan keledai dan palem.

            Kemuliaan dapat ditunjukkan juga melalui pujian. Pujian akan kemenangan
       dituliskan dalam Mazmur 118. Mazmur 118 diperkirakan ditulis setelah Israel
       mengalami pembuangan. Oleh karena itu, nuansa mesianik cukup kuat. Mazmur
       118  merupakan  mazmur  yang  dinyanyikan  dalam  arak-arakan  kemenangan
       menyambut raja dalam perjalanan menuju rumah Tuhan.

            Penderitaan merupakan hal yang dapat dialami oleh siapa saja. Manusia
       memiliki kecenderungan untuk menghindari penderitaan. Bahkan menganggap
       kekayaan dan jabatan dapat menghindarkan diri dari derita. Namun, benarkah
       demikian?

            Ternyata tidak seorangpun bisa menghindari penderitaan. Hal yang dapat
       kita  renungkan  bersama  adalah  bagaimana  kita  menghadapi  penderitaan?
       Dengan kedamaian atau dengan kekerasan?

            Mari kita  meneladani Tuhan Yesus Kristus yang merengkuh penderitaan
       dengan menghadirkan damai sejahtera. (AK)



















              Warta  Jemaat  Minggu  Pra Paskah VI (Palmarum –  Sengsara) 24 Maret 2024  |2
   1   2   3   4   5   6   7