Page 18 - Warta 12 Mei 2024
P. 18

PESTA IMAN MELALUI PERSEMBAHAN SYUKUR TAHUNAN
                               Ulangan 16:15; Kisah Para Rasul 2:1-13
       Mengapa pada hari Pentakosta kita memberikan persembahan syukur tahunan? Apakah hanya sekedar tradisi
       dari tahun ke tahun? Apakah kita mengetahui maknanya? Hari raya Pentakosta (bahasa Ibrani: Shavuot, arti
       harafiah: Minggu-minggu) adalah sebuah hari raya pengucapan syukur bagi Israel atas hasil panen gandum. Pesta
       itu dirayakan tujuh Minggu (bahasa Yunani, Pentakosta berarti: kelimapuluh) setelah hari Paskah. Sebab itu juga
       dikenal dengan nama Hari raya Tujuh Minggu Ulangan 16:10.
       Musim panen raya pada perjanjian lama berkaitan dengan pentakosta. Hasil panen maupun ternak yang terbaik
       dipersembahkan kepada Tuhan sebagai bentuk rasa syukur atas bumi yang diberkati bagi kelangsungan hidup
       manusia. Tuhan memberikan tanah yang subur, hujan yang cukup, tubuh yang sehat untuk menggarap tanah, dan
       menjauhkan dari hama dan binatang yang sering kali menjadi ancaman. Jika bukan karena pertolongan Tuhan,
       mereka tidak dapat memanen hasil yang baik. Hari raya panen disebut juga dengan hari raya menuai. Keluaran
       23:16 “Kaupeliharalah juga hari raya menuai, yakni menuai buah bungaran dari hasil usahamu menabur di ladang;
       demikian juga hari raya pengumpulan hasil pada akhir tahun, apabila engkau mengumpulkan hasil usahamu dari
       ladang.” Keluaran 34:22 “Hari raya Tujuh Minggu, yakni hari raya buah bungaran dari penuaian gandum, haruslah
       kaurayakan, juga hari raya pengumpulan hasil pada pergantian tahun.” Dalam Perjanjian lama juga disebutkan
       adanya hari raya ke 50 hari atau yang lebih dikenal dengan hari raya 7 minggu, dimana saat itu umat TUHAN
       merayakan dengan membawa buah-buahan yang dipersembahkan dan dinamakan hari raya Buah bungaran.
       Gandum  menjadi  tuaian  terakhir  yang  dipanen  selama  musim  menuai.  Oleh  karena  itu  Pentakosta  menjadi
       penutup dari hari raya panen (gandum).

       Dalam perjanjian baru, Pentakosta yang menandai lahirnya Gereja. Saat di mana Roh Kudus berkarya dengan
       begitu nyata dalam diri pengikut Kristus. Pada peristiwa ini, Alkitab mencatat ada banyak orang Yahudi dari banyak
       tempat yang jauh datang dan berkumpul di Yerusalem untuk memberikan persembahan panennya. Pada saat
       itulah pencurahan Roh Kudus terjadi sebagaimana dicatat dalam Kisah Para Rasul 2:1-13. Hari itu dihitung dari
       kebangkitan Tuhan Yesus yakni hari ke-50 (Pentakosta, hari kelimapuluh). Roh Kudus dicurahkan pada peristiwa
       terebut.  Para  murid  dapat  berbicara,  memberitakan  Injil  kepada  orang-orang  yang  berlainan  bahasa  dengan
       mereka dan dapat dipahami. Sejak saat itulah Injil Yesus Kristus tersebar ke pelbagai penjuru. Hasil panen bukan
       hanya  bicara  tentang  materi  yang  dihasilkan  dari  pekerjaan,  tetapi  juga  “orang-orang  percaya”  yang  dibarui
       hidupnya karena karya Roh Kudus. Jadi saat kita memberikan persembahan syukur secara tidak langsung, kita
       tengah menghadirkan diri untuk terus menerus dibarui dan diperlengkapi Roh Kudus.
       Gereja  Kristen  Indonesia  (GKI)  menghidupi  perayaan  Pentakosta  dengan  memberikan  persembahan  syukur
       tahunan. Persembahan syukur tahunan adalah persembahan yang sudah disiapkan setahun lamanya bagi Tuhan.
       Seperti orang Israel di Perjanjian Lama yang bersyukur atas berkat Tuhan berupa pemeliharaan dan berkat hasil
       panen, kita menjiwai rasa syukur itu dengan mempersembahkan hasil kerja yang diberkati Tuhan. Melalui rasa
       syukur kepada Tuhan dan menghadirkan diri untuk terus menerus dibarui dan diperlengkapi Roh Kudus,
       maka persembahan syukur tahunan dapat juga dimaknai sebagai pesta iman. Kita diajak menyiapkan dan
       memberikan persembahan syukur tahunan dengan motivasi yang benar, yaitu bahwa dari Tuhan datangnya segala
       yang boleh kita nikmati.
       Berikanlah  yang  terbaik  bagi  Tuhan!  Anugerah  Tuhan  Kita  Yesus  Kristus,  cinta  kasih  Allah  Bapa  dalam
       persekutuan dengan Roh kudus menyertai kita sekalian. Amin.
       Selamat mempersiapkan Persembahan Syukur Tahunan 2024.




                                                                   Warta Jemaat 12 Mei 2024    | 18
   13   14   15   16   17   18   19   20