Page 1 - Warta 17 November 2024
P. 1
Minggu, 17 November 2024
RENUNGAN
SEGALA KEMEGAHAN AKAN RUNTUH
Daniel 12 : 1 – 3 ; Mazmur 16 ; Ibrani 10 : 11 – 25 ; Markus 13 : 1 – 8
Lalu Yesus berkata kepadanya, ”Kaulihat gedung-gedung yang besar ini? Tidak satu batu pun
akan dibiarkan di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan.”
(Markus 13:2)
Tantangan kehidupan di zaman digital saat ini yaitu semakin mengedepankan
kompetisi, yang mendewakan rivalitas satu dengan yang lainnya. Sehingga setiap orang
berupaya untuk membangun citra diri, personal branding supaya terlihat hebat, kuat, cerdas,
baik hati, dan hal-hal positif lainnya, padahal realitanya tidak demikian.
Hal ini serupa dengan dengan kondisi kota-kota maju yang menampilkan banyak hal hebat
dan membuat kagum namun tidak terlepas dari penguasa-penguasa rakus, moralitas yang
luntur, kejahatan yang tinggi. Bahkan di tengah kemegahan kota, ada banyak orang yang
mengalami kesendirian dan keterasingan. Tingginya tuntutan kehidupan membuat
seseorang terlalu asyik dengan pekerjaannya, kepentingannya, dan tujuan personal,
sehingga sadar atau tidak dampaknya mengeliminasi atau mengasingkan dirinya dari
lingkungan dan masyarakat.
Kemegahan atau kehebatan fisik dari luar tidak selalu mencerminkan hal yang sama
di dalamnya. Salah satu narasi di Alkitab yang mengungkapkan hal tersebut ada pada Markus
pasal 13. Markus 13:1-8 merupakan bagian dari nubuat tentang kebinasaan Yerusalem dan
kedatangan Yesus kembali. Perikop ini merupakan rangkaian dari perselisihan Yesus dengan
para petinggi-petinggi Bait Allah. Murid-Nya mengungkapkan kemegahan Bait Allah.
Herodes memang membangun Bait Allah dengan megah.
Namun jawaban Yesus atas kekaguman para murid, sangat bertolak belakang. Yesus tidak
melihat apa yang nampak, melainkan sesuatu yang tersembunyi di balik penampilan hebat
tersebut. Ada banyak keburukan dan kebobrokan terjadi di bagian dalam.
Hidup terus bergulir. Kemegahan, kehebatan dan ketenaran akan ada masanya
lenyap. Manusia harus mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi-situasi sulit dan
bertekun dalam Firman Tuhan supaya mengalami ketenangan. “Marilah kita teguh
berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.
Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam

