Page 2 - Warta 15 Oktober 2023
P. 2

kebaikan Allah itu dalam lingkup kecil. Misalnya, jawaban doa atas sebuah perjalanan,
       pengobatan, atau sebuah pekerjaan.

            Rasul Paulus memotivasi warga jemaat di Filipi (k.l. 62 Masehi) supaya bersukacita
       meskipun menghadapi tantangan iman, dari penguasaan dan masyarakat Romawi. Ada
       upaya  orang-orang  tertentu  untuk  menggoda  warga  jemaat  agar  tidak  setia  menjadi
       pengikut Tuhan Yesus. Selain itu, ada konflik yang belum selesai di dalam jemaat. Rasul
       Paulus  pun  mendekam  di  penjara  Roma,  karena  kegiatannya  mengabarkan  bahwa
       Tuhan Yesus adalah Juruselamat satu-satunya bagi umat manusia (1 Tim. 2:5-7).

            Dalam  keadaan  itu,  Paulus  menyatakan  bahwa  Tuhan  Yesus  adalah  sumber
       sukacita (Filipi 4:4). Tuhan Yesus menghadirkan damai sejahtera dalam hati (Filipi 4:7).
       Lebih jauh, Tuhan Yesus membuat kita sanggup berpikir hal-hal positif atas orang yang
       merugikan dan keadaan yang tidak menyenangkan (Filipi 4:8).

            Jadi, kita tinggal memohon kepada Tuhan Yesus, agar menghadirkan sukacita ilahi
       itu dalam hati dan pikiran.  Hal itu membuat kita tabah,  tekun,  dan berpengharapan,
       bahwa hari esok lebih baik daripada hari ini.  Suasana sukacita dalam jiwa, membuat
       orang optimis dalam menjalani keseharian hidupnya.

            Perumpamaan Tuhan Yesus (Matius 22:1-14) merupakan bagian dari penegasan
       diri  dan  tujuan  kedatangan-Nya  ke  dunia.  Pengajaran  dalam  cerita  itu  berguna
       menyadarkan orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, bahwa Ia adalah Mesias yang dijanjikan
       melalui para nabi.

            Tuhan Yesus mengajak orang menjadi warga Kerajaan Surga. Di sana akan ada
       jamuan makan besar atau  pesta, ibarat pesta perkawinan. Namun, orang-orang yang
       diundang  tidak  mau  datang.  Beragam  alasan  mereka  untuk  menolak,  suruhan  yang
       empunya pesta. Bahkan ada penolakan disertai kekerasan (ayat 6).

            Rencana  pemilik  pesta  tidak  gagal.  Pesta  perjamuan  tetap  berlangsung.  Sebab,
       banyak juga yang akhirnya merespons (ayat 10). Setiap mereka diberi pakaian pesta,
       sesuai aturan yang berlaku. Karena itu, ketika ada penyelusup (Matius 22:11-13), sangat
       mudah dikenali tuan yang empunya pesta. Akibatnya sangat buruk bagi pencari jalan
       pintas itu.

            Tuhan Yesus, Raja dari Kerajaan Surga, memberi sukacita dalam hati orang yang
       memenuhi undangan bertobat (Mat. 4:17), mengikut-Nya (Mat. 4:19), dan setia datang
       kepada-Nya  saat  berbeban  berat,  atau  ketika  mood  rendah.  Ia  akan  memberikan
       kelegaan,  ketenangan  jiwa  (Mat.  11:28-30).  Nah,  itulah  sukacita  ilahi.  Sambutlah
       undangan-Nya. Selalu datang melalui doa, dan belajar kepada-Nya. [BSS]

                                               Warta Jemaat Minggu –  15 Oktober  2023  |2
   1   2   3   4   5   6   7