Page 2 - Warta 29 Oktober 2023
P. 2
kasih dari Allah yang pada dasarnya akan menjadi sikap hidup para pengikut
Kristus.
Gereja ada dan diutus mewujudnyatakan kasih “agape” melalui
pengurbanan Tuhan Yesus di kayu salib yang memampukan keluarga-keluarga
Kristen menampakkan kasih itu melalui sikap hidup, tutur kata, perbuatan
sehari-hari terhadap sesama dengan baik. Tentulah keluarga bisa disebut
sebagai gereja dalam unit kecilnya, karena keluarga-keluarga Kristen lahir dari
kasih Allah yang mengikat seluruh anggota keluarga. Jika keluarga dilandasi oleh
kasih dan ketulusan, maka kasih tersebut akan mempertemukan anggota
keluarga dengan sesama. Lagu yang kita nyanyikan setiap hari Minggu selama
bulan Oktober mengingatkan kita bahwa keluarga hidup indah bila Yesus di
dalamnya. Dengan kasih yang sempurna Tuhan pimpin langkahnya. T’rima kasih
padaMu, Tuhan, Kau bimbing kami selamanya.
Bagaimana dengan kita? Apakah saat ini kita sudah mengasihi Tuhan
dengan segenap hati kita, jiwa kita, akal budi serta kekuatan kita? Pertama kita
harus mengasihi Tuhan terlebih dahulu, baru kemudian mengasihi sesama kita
seperti mengasihi diri sendiri. Mengasihi diri sendiri tidak perlu dipelajari,
karena itu sifat egois manusia. Terjadi begitu saja, bahkan akan berakibat negatif
jika kita tidak bisa mengendalikan dengan baik. Demi kehidupan bersama, Yesus
menegaskan satu prinsip terutama yaitu kasih. Itulah pesan yang disampaikan
Tuhan Yesus kepada orang Farisi yang bertanya tentang hukum terutama dalam
Taurat, Yesus berkata, “Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan
dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu … Kasihilah sesamamu
manusia seperti dirimu sendiri.”
Melalui penegasan itu, Yesus mengajak umat Allah untuk mengutamakan
kasih dalam hidupnya. Dengan perbuatan kasih kepada Allah dan sesama,
dimulai dengan kasih kepada diri sendiri, terwujudlah damai sejahtera dalam
kehidupan bersama. Amin. (FH)
Warta Jemaat Minggu – 29 Oktober 2023 |2

