Page 2 - Warta 17 Des 2023
P. 2
murah hati, lemah lembut dan mudah melupakan kesalahan umat-Nya.
Bagaimana kita menampilkan Allah dalam kehidupan kita?
Dalam Alkitab, kita bisa melihat perbedaan antara Yohanes Pembaptis dan
Tuhan Yesus dalam bersaksi. Yohanes Pembaptis mempertobatkan banyak orang
dengan keras dan bahkan seringkali perkataannya sangat pedas. Dalam
kesaksiannya itu Yohanes Pembaptis tidak mengajarkan soal pengampunan.
Berbeda dengan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus mengajak orang bertobat dengan
kelemahlembutan dan kasih. Bagi Tuhan Yesus, dunia ini harus diselamatkan
dengan kasih, bukan dengan api yang menghanguskan tapi dengan api yang
menghangatkan.
Bagaimana kita menyaksikan Tuhan Yesus? Apakah kita mempersaksikan
Tuhan Yesus dengan kelemahlembutan dan kasih dan mudah menghargai orang
lain? Atau apakah kita mempersaksikan Tuhan Yesus dengan kesombongan,
ketidakpedulian kita kepada orang lain, tidak dengan kasih dan memaksa?
Mempersaksikan Tuhan Yesus dengan kesombongan, ketidakpedulian, tidak
dengan kasih dan memaksa, tidak akan membuat orang lain menerima Tuhan
Yesus dengan sukacita. Bukan hanya tidak memberi sukacita tapi juga tidak akan
mempertobatkan.
Apa yang harus kita lakukan? Kita perlu selalu melibatkan Roh kudus
supaya kita dimampukan menyampaikan kabar baik kepada semua orang yang
terpojokkan, kepada yang remuk hatinya. Mereka semua hanya merindukan
untuk disapa, dirawat dengan baik dan diselamatkan. Mereka hanya ingin diobati
bukan diperlakukan seperti orang yang paling berdosa dibanding kita.
Tuhan Yesus ingin kita mempersaksikan diri-Nya dengan cara yang Tuhan
Yesus sudah teladankan yaitu menyembuhkan dan memberikan kelegaan dengan
kelemahlembutan dan penuh kasih.
Semoga kesaksian kita tidak menyakiti dan memberatkan hidup orang lain
tapi membuat orang semakin menggebu-gebu untuk menantikan Tuhan Yesus
dengan penuh sukacita.
Hari ini kita memasuki Minggu Adven 3 yang disebut Gaudete yang artinya
sukacita. Melalui Minggu Adven ini, kita diajak untuk bersukacita meski sukacita
kita belum penuh. Kita masih dalam masa penantian kedatangan Tuhan Yesus
untuk keduakalinya. (ST)
Warta Jemaat Minggu Adven III – 17 Desember 2023 |2

