Page 1 - Warta 16 Feb 2025
P. 1
Minggu, 16 Februari 2025
RENUNGAN
BERBAHAGIA SEKARANG DAN MENDATANG
(Yeremia 17:5-10 ; Mazmur 1 ; 1 Korintus 15:12-20 ; Lukas 6:17-26)
Berbahagialah, hai Kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah,
hai Kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.
Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka
mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.
(Lukas 6 : 21 – 22)
Dalam pelayanan Yesus tidak pernah lepas dari kerumunan orang-orang sakit dan lain-lain
yang membutuhkan pertolongan-Nya. Ada orang-orang sakit yang memiliki keyakinan
bahwa hanya dengan menjamah Dia, maka mereka akan menerima kuasa-Nya yang memberi
kesembuhan. Ada kepercayaan atau keyakinan yang luar biasa dari orang banyak itu tentang
kuasa Yesus. Bukan saja penyakit secara jasmani, tetapi juga ada orang-orang yang
kerasukan roh-roh jahat. Kuasa Yesus yang menyembuhkan ternyata tidak pandang bulu.
Siapa pun mereka dan sakit apa pun mereka Yesus tahu bahwa mereka membutuhkan
pertolongan. Keyakinan yang luar biasa terhadap kuasa Yesus, sungguh sangat mendorong
mereka hingga tetap berusaha untuk menjamah Dia atau merasakan kuasa-Nya yang
memberi kesembuhan. Bagaimana dengan kita ?
Selanjutnya pengajaran bagi para pengikut Yesus harus hidup berdasarkan nilai-nilai dan
praktek hidup menurut firman Allah. Yesus menekankan kualitas hidup sebagai murid-Nya
di depan sejumlah besar murid-Nya dan banyak orang yang mau mendengarkan Dia dan
untuk disembuhkan dari penyakit yang mereka derita. Mereka percaya bahwa ada kuasa
yang ke luar dan menyembuhkan semua orang yang hadir mendengarkan pengajaran-Nya.
Di sini Yesus mengingatkan bahwa ada dua hal penting dalam hidup manusia yaitu ucapan
bahagia dan peringatan seperti dalam Lukas 6 : 20 – 26 dimulai dengan kata “ berbahagilah“
dan dilanjutkan dengan kata “celakalah“. Ternyata Ketika menghadapi masalah hidup sehari
hari, ada orang miskin, lapar, dibenci, dikucilkan, dicela dan ditolak seperti yang dituliskan
dalam Lukas 6 : 21 – 22 Yesus hadir menemani, berjuang bersama memberikan kebahagiaan
yaitu bela rasa yang terwujud dalam kesembuhan penyakit dan ajaran akan firman Allah

