Page 2 - Warta 15 Februari 2025
P. 2

menyusunnya  kembali  dengan  kerangka  yang  baru.  Ketika  matahari  terbit  dan
       sinarnya  menembus  susunan  kaca  itu,  cahaya  yang  dihasilkan  justru  jauh  lebih

       cemerlang.
       Dari kisah ini kita mau belajar bahwa  hidup kita yang merasa hancur atau terpecah-
       pecah oleh berbagai keadaan, mungkin kesulitan ekonomi, sakit penyakit yang tak

       sembuh-sembuh, pekerjaan dan usaha mulai sepi, biaya pendidikan anak, dan lain
       sebagainya, namun, ketika Cahaya kemuliaan Tuhan menembus pergumulan hidup
       kita,  Tuhan  tidak  hanya  memulihkan,  tetapi  menggunakan  keadaan  itu  untuk
       memancarkan  keindahan-Nya  yang  luar  biasa.  Kita  diteguhkan  bukan  karena  kita
       utuh, tapi karena ada Cahaya yang menembus kerapuhan kita.

       Jika Allah setia pada rencana-Nya di masa lalu, Ia pasti setia pada rencana-Nya atas
       hidup  kita  hari  ini.  Sama  seperti  wajah  Yesus  berubah,  biarlah  perjumpaan  kita
       dengan  kemuliaan-Nya hari  ini  mengubah  cara kita  memandang  setiap persoalan
       kita.  Sekarang  tugas  kita  bukan  hanya  melihat,  melainkan  memantulkannya  yang
       menjadi tujuan perenungan kita hari ini. Sehingga kita sebagai orang percaya dapat

       menghadirkan karya Tuhan secara nyata , bagi banyak orang yang sedang putus asa,
       menderita dan bimbang. Marilah kita nyatakan Cahaya di tengah kegelapan sesama
       kita, melalui dukungan kasih kita yang mau mendengarkan tanpa menghakimi, serta
       perhatian-perhatian kecil yang dapat kita berikan itu adalah cara cahaya kemuliaan
       Tuhan menembus kegelapan hidup sesama. Amin. [FHR]


























                                                                  Warta Jemaat – 15 Februari 2026 | 2
   1   2   3   4   5   6   7