Page 2 - Warta 13 September 2026
P. 2

Perselisihan  dan  pertengkaran  dimulai  dari  perbedaan  pendapat  atau  pandangan  yang
       sebenarnya  dapat  diselesaikan  dengan  berkomunikasi  untuk  mendapatkan  persepsi  atau
       memahami dari sudut pandang sisi yang lain atau setidaknya dapat saling memahami kondisi
       masing-masing, sehingga dapat menentukan solusi, jalan keluar yang baik bagi kedua belah
       pihak,  win-win  solution.  Proses  inilah  yang  seharusnya  ditempuh  melalui  perdamaian.
       Perenungan Firman Tuhan kali ini juga menggambarkan bagaimana akibat dari dendam dan
       sebaliknya bagaimana pengampunan yang menyelamatkan.

       Firaun yang tidak mau mengerti maksud Allah pada bangsa Israel untuk melepaskan mereka
       dari  perbudakan,  meninggalkan  Mesir  sesuai  dengan  kehendak  Allah  menjadikan  bangsa
       Israel  merdeka.  Namun  Firaun  hanya  mementingkan  diri  dan  bangsanya  untuk  terus
       memperlakukan ketidakadilan bagi Israel. sikap ini akhirnya menimbulkan perselisihan dan
       berujung dari tindakan penghukuman Tuhan untuk menunjukkan keadilan dan kuasa-Nya.
       Sebetulnya,  begitu  banyak  kesempatan  bagi  Firaun  dan  bangsa  Mesir  untuk  berdamai
       dengan Allah Israel namun mereka memilih untuk terus menerus menyangkali akan kuasa
       dan  keadilan  Allah  dan  bahkan  menentangnya,  tentunya  ini  berujung  pada  kehancuran
       melalui sepuluh tulah yang Tuhan berikan pada bangsa itu berujung pada petaka bagi semua
       prajurit berkuda Mesir, mati dilumat laut Merah saat memburu mengejar bangsa Israel yang
       terlebih dahulu melewati laut terbelah itu.

       Dalam hal kehidupan iman pun, dalam surat Roma 14, rasul Paulus memberikan nasihat
       dimana  perbedaan  persepsi,  pemahaman  dan  pendapat  tidak  harus  dipertentangkan
       menjadi konflik, namun sebaliknya biarkanlah itu untuk berproses sesuai dengan maksud dan
       kebaikan  Tuhan.  Dalam  Injil  Matius  18,  Tuhan  Yesus  mengajarkan  bagaimana  seseorang
       harus berdamai dengan sesamanya saat terjadi perselisihan dengan jalan pengampunan dan
       perdamaian. Bukankah pengampunan dari dosa telah Allah beri bagi kita, umat-Nya melalui
       iman dalam diri Yesus Kristus, Sang Penebus, Tuhan kita. Inisiatif pendamaian datang dari
       Allah, sebab Allah adalah kasih, demikian pula halnya dengan Penghakiman adalah hak Allah,
       setiap orang akan diperhadapkan pada keadilan hakiki dari Allah sendiri pada waktu-Nya.
       Amin! (jht)














                                                          Warta Jemaat, 13 September 2026 | 2
   1   2   3   4   5   6   7