Page 2 - Warta 05 Mei 2024
P. 2

bertemu  dengan  begitu  banyak  orang  berdosa  (perempuan  samaria,  pemungut  cukai,
       perempuan  berzinah,  dst).  Tidak  jarang  orang  menilai  Yesus  salah  ketika  mengasihi  orang
       berdosa. Namun kasih seperti inilah yang Yesus ingin tunjukkan kepada banyak orang termasuk
       para murid agar mereka dapat saling mengasihi tanpa terkecuali, tanpa pilih-pilih.
              Bentuk  kasih  yang  serupa  juga  Allah  tunjukkan  ketika  Petrus  sedang  melakukan
       pelayanannya. Pada suatu ketika, Allah memberikan perintah kepada Petrus untuk bertemu
       dengan seorang bernama Kornelius yang adalah seorang prajurit romawi. Pada saat itu, orang
       Yahudi sangatlah anti terhadap orang-orang non-Yahudi. Bahkan dapat dikatakan orang-orang
       Yahudi  merasa  bangga  karena  mereka  adalah  umat  pilihan  Allah.  Namun  setelah  Petrus
       bertemu  dengan  Kornelius,  Allah  menyatakan  kuasanya  kepada  orang-orang  yang  sedang
       berkumpul pada saat itu dan Allah mencurahkan Roh Kudus ke atas mereka (Kis 10:44). Hal ini
       membuat Petrus melihat bahwa kasih yang Allah nyatakan tidak pernah pilih-pilih (Kis 10:34).
       Allah mengasihi manusia sebagaimana mereka ada dan tidak melihat suku, ras, jenis kelami
       ataupun latar belakang seseorang.

              Ketika kita dipanggil untuk saling mengasihi, kita diajak untuk melihat bahwa mengasihi
       adalah identitas kita sebagai orang percaya (Yoh 13:35). Namun dalam perjalanannya, tidak
       jarang kita hanya mengasihi orang-orang yang baik dan mudah untuk dikasihi. Terlebih lagi, kita
       terkadang membeda-bedakan orang untuk dikasihi melalui latar belakang orang tersebut. Pada
       hari ini kita diajak untuk melihat bagaimana Kristus yang telah menyatakan kasihnya kepada
       seluruh umat manusia tanpa membeda-bedakan. Roma 5:8 mengatakan Allah menyatakan
       kasih-Nya kepada kita pada saat kita masih berdosa, artinya di hadapan Allah setiap manusia
       punya status yang sama, yaitu manusia berdosa. Meskipun demikian Allah tetap mengasihi
       mereka. Kita perlu belajar melihat sesama kita sebagaimana Allah melihat mereka, yaitu pribadi
       yang dikasihi Allah. Dengan demikian, kita dapat belajar menyatakan kasih Kristus dengan tidak
       pilih-pilih.  (PTS)




























                                                                     Warta Jemaat  5 Mei 2024    | 2
   1   2   3   4   5   6   7