Page 1 - Warta 03 Nov 2024
P. 1

Minggu, 3 November 2024

       RENUNGAN

                                KASIHILAH  TUHAN ALLAHMU
                   Ulangan 6 : 1 – 9 ; Mazmur 119 :  1 – 8 ; Ibrani 9 : 11 – 14  ; Markus 12 : 28 – 34

            “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan
            dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu”  ( Markus 12:30.)

          Melalui  tema  hari  ini  “Kasihilah  Tuhan  Allahmu“  membuat  kita  menyadari  bahwa
       mengasihi Tuhan adalah hukum yang pertama sehingga kita mengerti apa arti mengasihi
       Allah yang dimaksud oleh  Tuhan Yesus, kemudian  kita terdorong untuk setia bertumbuh di
       dalam kasih kepada Allah.  Dengan demikian kita dituntut untuk mengasihi Tuhan Allah
       dengan segenap hati, jiwa dan akal budi. Artinya, kita harus mengasihi Tuhan Allah  dengan
       sepenuh penuhnya. Namun apakah kita sudah mengasihi Tuhan  Allah  kita dengan segenap
       hati?
          Memang mengasihi Tuhan bukanlah perkara yang mudah, gampang mengucapkan, tetapi
       sulit melakukannya dikarenakan kita sebagai manusia sering lupa  betapa pentingnya akan
       kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Lalu bagaimana kita dapat mewujudnyatakan mengasihi
       Tuhan dalam kehidupan sehari hari. Mengasihi Tuhan dapat dilakukan dalam keseharian kita
       dengan  berusaha  melakukan  apa  yang  Tuhan  kehendaki,  1  Yoh  4  :  20  Jikalau  seseorang
       berkata, "Aku mengasihi Allah," tetapi ia membenci saudaranya, ia adalah pendusta, karena
       siapa yang tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yang
       tidak dilihatnya.  Jadi  kasih  kepada Allah harus nyata dalam hidup kita dengan sesama, dan
       kebaikan Tuhan diberikan kepada setiap kita  yang mengasihi Dia, yaitu  yang melakukan
       kehendak-Nya, yang melakukan apa yang berkenan kepada-Nya.
          Jadi kalau kita diminta untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan
       kekuatan kita, maka itu adalah kasih yang utuh, sempurna. Kita menempatkan Tuhan sebagai
       yang  utama.  Artinya  kasih  kepada  Tuhan  tidak  cukup  dengan  mengatakan  “Tuhan  aku
       mengasih Engkau”, akan tetapi kasih harus diikuti tindakan nyata dalam hidup kita dengan
       segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan kita. Kasih kepada Tuhan  dibuktikan dengan
       memegang perintah-Nya dan melakukannya.
          Tuhan menginginkan manusia ciptaan-Nya hidup sesuai dengan apa yang diinginkan-Nya
       melalui  pikiran, hati dan tindakan. Hal yang sama diungkapkan oleh Tuhan Yesus juga dalam
       Markus  12:30:  “Kasihilah  Tuhan,  Allahmu,  dengan  segenap  hatimu  dan  dengan  segenap
   1   2   3   4   5   6