Page 2 - Warta 03 Nov 2024
P. 2
jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu”. Maka kita tidak
boleh berhenti sampai pada hati yang mengasihi Tuhan saja. Jika kita memang menyadari
Tuhan yang Mahakasih dan memiliki hati untuk mengasihi Tuhan Allah, maka hal itu juga
harus terwujud melalui tindakan kita. Firman Tuhan yang kita baca di atas menyatakan
bahwa bentuk tindakan mengasihi Tuhan harus dinyatakan. Intinya tindakan itu semestinya
lahir dari kesadaran akan siapa Tuhan dan hati yang tertuju kepada Tuhan Allah kita.
Ketika kita merasakan kesetiaan Tuhan di tengah pergumulan dan pencobaan kita, serta
kita menyaksikan belas kasihan yang tak pernah berkesudahan, maka kita patut mengasihi
Tuhan kita di atas segala sesuatu, sehingga kita akan bersemangat membaca Firman Allah,
bersemangat berdoa, bersemangat menaati dan menghormati Tuhan. Marilah kita pikirkan
apakah kita sudah mengasihi Tuhan Allah dengan segenap kekuatan kita? Apakah tindakan
kita sudah mencerminkan bahwa kita mengasihi Tuhan Allah? Jika kita belum memulai
mengasihi Tuhan Allah dengan segenap kekuatan kita, mari kita mulai dengan hal yang
sederhana. Mari kita berkomitmen melakukan hal yang sederhana sebagai bentuk kita
mengasihi Tuhan Allah kita. [FHR]
Warta Jemaat 3 November 2024 | 2

