Page 2 - Warta 25 Juni 2023
P. 2

kita untuk mempersembahkan seluruh kehidupan untuk Tuhan. Sehingga  apa yang dikatakan
       “Barangsiapa  mempertahankan  nyawanya,  ia  akan  kehilangan  nyawanya,  dan  barangsiapa
       kehilangan  nyawanya  karena  Aku,  ia  akan  memperolehnya”.  Apa  yang  tertulis  dalam  Alkitab
       bahwa biji gandum tidak akan pernah tumbuh menjadi sebatang pohon gandum kalau biji itu
       tidak  mati  lebih  dahulu.  Oleh  karena  kematian  itulah,  biji  gandum  tersebut  mendapatkan
       kehidupan. Dengan kata lain, biji gandum mendapatkan kehidupan justru kalau dia membelah
       dirinya terlebih dahulu. Demikian juga  manusia. Manusia harus berani mengorbankan dirinya
       untuk Tuhan, baru kemudian memperoleh hidup yang baru.

            Maka keberanian untuk bersaksi  berarti berani melupakan diri, dan keberanian untuk
       berkorban,  sangat  kita  butuhkan  untuk  mati    sehingga  dari  diri  kita  muncul  kehidupan  dan
       pengharapan. Jadi penyerahan diri bukan suatu wujud dari ketidak-berdayaan. Mengorbankan
       sesuatu bukan berarti akan kehilangan sesuatu, justru sebaliknya, yakni kehidupan, kekuatan,
       dan identitas diri yang baru.

            Hanya orang yang rela kehilangan nyawa yang dapat memberi kesaksian hidup bersama
       Tuhan.  Sebaliknya,  kalau  seseorang  tidak  rela  kehilangan  nyawa,  ini  berarti  ia  memilih
       bersahabat dengan dunia ini, maka ia menjadikan dirinya musuh Allah.  Jikalau orang mengasihi
       dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia,
       yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Tuhan,
       melainkan dari dunia. Kesempatan hidup di dunia ini  untuk bekerja menggenapi rencana  Tuhan,
       meneruskan tugas penyelamatan yang telah diselesaikan oleh Tuhan Yesus di kayu salib. Tuhan
       Yesus menekankan kepada para murid-Nya  jangan takut, jangan ragu, jangan mundur walaupun
       menghadapi banyak penderitaan.

            Teruslah menjadi saksi Tuhan Yesus. Sehingga  kita rela kehilangan nyawa berarti bersedia
       menyangkal diri terus menerus dan yang kesukaan hidupnya hanyalah melakukan kehendak-
       Nya. Amin. (FH)




















                                                   Warta Jemaat Minggu –  25 Juni 2023  |2
   1   2   3   4   5   6   7