Page 2 - Warta 02 Juli 2023
P. 2

34  yang  menyatakan  bahwa  diri-Nya  datang  bukan  untuk  membawa  damai  sejahtera  tetapi
       membawa pedang. Apa maksud perkataan keras Tuhan Yesus ini?

            Dalam  masyarakat  Yahudi  zaman  itu,  orang  Yahudi  punya  harapan  akan  kedatangan
       seorang Mesias yang akan membawa damai sejahtera, kemakmuran, kejayaan, dan kebesaran.
       Dengan  konteks  seperti  ini,  perkataan  Tuhan  Yesus  itu  menjadi  sulit  dipahami.  Tuhan  Yesus
       menyatakan diri bukan sebagai Mesias yang dipikirkan oleh banyak orang. Sebenarnya, apa yang
       diharapkan oleh banyak orang Yahudi pada saat itu dalam mengharapkan kedatangan Mesias
       yang membuat Tuhan Yesus mengeluarkan kata-kata yang sangat keras ini ? Latar belakangnya
       adalah  pada zaman  para  nabi  menjelang  keruntuhan  Yerusalem,  ada sekelompok  orang  yang
       menyebut  diri  sebagai  nabi  dan  berusaha  menentramkan  orang  banyak  dengan  mengatakan
       bahwa akan datang damai  yang bisa membuat keadaan politik yang  pada saat itu kacau bisa
       berubah.  Para  nabi  “damai”  yang  adalah  nabi-nabi  palsu  itu  meninabobokan  orang  dengan
       harapan-harapan  dan  janji-janji  palsu  mereka.  Dalam  Yeremia  23  :  9-40,  nabi  Yeremia
       menelanjangi  nabi-nabi  palsu  itu.  Dan  tentunya  nabi  Yeremia  dimusuhi  karena  berusaha
       membuat  pikiran  dan  mata  mereka  melek  untuk  melihat  kebobrokkan  dalam  masyarakat
       mereka. Apa yang dilakukan oleh nabi Yeremia juga dilakukan oleh Tuhan Yesus. Rasanya sampai
       sekarang  ini  juga,  orang  yang  akan  menyatakan  kebenaran  akan  sebuah  kebobrokkan  akan
       dimusuhi banyak orang.

            Hidup sebagai orang Kristen baru ada artinya kalau kita bisa menjadi kenampakan Tuhan
       Yesus yang dengan salib-Nya telah menampakan keilahian-Nya. Tentunya ada banyak hal yang
       menyulitkan. Menjadi murid adalah sebuah upaya memerdekakan batin yang bisa membuat kita
       memperkenalkan Tuhan Yesus dengan kebenaran-Nya. Firman Tuhan pada saat ini dapat dipakai
       oleh kita untuk bercermin dan melihat apakah kita sudah melakukan kebenaran. Amin. (ST)


















                                                     Warta Jemaat Minggu –  2 Juli 2023  |2
   1   2   3   4   5   6   7