Page 2 - Warta 14 September 2025
P. 2

Kesaksian Paulus dalam 1 Timotius 1:12–17 memperkuat pesan ini. Ia tidak malu dengan
       masa  lalunya  sebagai  penganiaya  gereja.  Justru,  ia  mengangkatnya  untuk  menunjukkan
       bahwa jika kasih karunia bisa menjangkau orang sepertinya, maka tak ada seorang pun yang
       terlalu jauh dari jangkauan Allah. Paulus mengajak kita memutar ulang kriteria kita tentang
       “yang  layak”  dan  “yang  tidak”.  Dan  Tuhan  Yesus,  dalam  Lukas  15:1–10,  membungkus
       semuanya lewat dua perumpamaan yang menakjubkan: seekor domba dan sebuah dirham
       yang hilang — keduanya dicari dengan penuh kasih. Tidak karena jumlahnya besar, tetapi
       karena nilai yang ditanamkan Sang Pemilik. Dalam kerajaan Allah, setiap yang tersesat tetap
       dihitung, tetap dicari, dan tetap dikasihi.

       Karena itu, marilah kita datang kepada Kristus — bukan hanya untuk pengampunan, tetapi
       untuk  pembaruan  visi.  Dunia  bisa  saja  memberi  label  "tidak  layak"  pada  orang-orang
       tertentu, tapi Kristus mencabut label itu dan menggantinya dengan kasih. Mari kita bertobat
       dari sikap membeda-bedakan dan berseru agar Roh Kudus menuntun kita untuk memandang
       seperti  Allah  memandang:  tidak  memandang  muka,  tidak  membeda-bedakan,  tetapi
       menghargai setiap orang sebagai ciptaan yang sangat berharga. Sebab hanya dengan hati
       yang diubahkan, kita dapat membangun komunitas yang bebas dari diskriminasi, dan penuh
       dengan kasih seperti Kristus. [WD]








































                                                                Warta Jemaat – 14 September 2025   | 2
   1   2   3   4   5   6   7