Page 21 - Warta 15 Agustus 2021
P. 21

Benar-Benar Merdeka

                         Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-
                        benar merdeka (Yoh 8:36)
                         Ketahuilah bahwa kemerdekaan barulah sempurna, bilamana
                        bukan saja dari politik kita merdeka, dan bukan saja ekonomi
                        kita merdeka, tetapi di dalam hati pun kita merdeka- Ir. Soekarno

                        MERDEKA ITU HOLISTIK
                        Merdeka itu bukan hanya fisik.   Mahatma Gandhi contohnya.
      Pdt. Darwin Darmawan   Pejuang kemerdekaan India ini memang sempat dipenjara. Dua
                        tahun  lamanya.  Tetapi  setelah  bebas,  ia  tetap  merasa  tidak
                        merdeka. Sebab, Gandhi  melihat bangsanya menderita. Orang
     Inggris menindas rakyat India: mendiskriminasi, memonopoli komoditi, memungut
     uang sewa tanah yang tinggi. Ia menyadari, selama ada kolonialisasi dan eksploitasi
     kepada sesama manusia, hidupnya tidak benar-benar merdeka. Ini yang mendorong
     Gandhi berjuang mewujudkan kemerdekaan tanpa kekerasan.
        Merdeka juga bukan hanya soal politik. Lihat saja Indonesia. Pasca 1945, bangsa
     ini sudah merdeka. Secara politik, ia sudah bebas dari penguasa kolonial Belanda.
     Tetapi  pasca  kemerdekaan,  rakyatnya  banyak  yang  menderita.  Ini  sebabnya:
     penindasan politik dilakukan oleh bangsa sendiri. Penindasan tersebut terjadi ketika
     politik  tidak  menyejahterakan  negeri.  Praktek  politik  hanya  menguntungkan  dan
     memperkaya elit bangsa ini. Ironisnya, hal tersebut terjadi hingga kini. Setelah bangsa
     kita  merdeka  76  tahun  lamanya.  Sebetulnya,  tentang  ini  Soekarno  pernah
     mengingatkan  rakyat  Indonesia:    "Perjuanganku  lebih  mudah  karena  mengusir
     penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”
        Kemerdekaan  juga  bukan  hanya  soal  ekonomi.  Seseorang  bisa  saja  memiliki
     banyak materi.   Dengan uang yang banyak, ia bisa membeli apa pun yang ia suka,
     travelling ke mana pun ia mau. Tetapi, ada loh orang yang kaya seperti itu merasa
     dirinya  belum  merdeka.  Tanpa  sadar,  ia  dibelenggu  dan  diperbudak  harta.  Selalu
     merasa  kurang.  Menteri  atau  pengusaha  yang  hartanya  sudah  ratusan  Milyar  dan
     masih melakukan korupsi adalah contohnya. Sudah kaya raya tetapi masih diperbudak
     harta.
        Karena itu, Soekarno benar ketika berkata, merdeka itu bukan hanya soal politik,
     ekonomi tapi juga soal hati. Istilah lainnya, merdeka itu bersifat holistik. Merangkum
     seluruh aspek hidup manusia. Seseorang disebut merdeka ketika ia bebas secara fisik,
     ekonomi, politik, agama, sosial dan budaya.
        Dalam pemahaman seperti itu, apa yang Injil katakan mendapatkan relevansinya.
     Orang  bisa  saja  merdeka.  Tetapi  orang  belum  benar-benar  merdeka.  Orang  yang
     seperti  itu  mungkin  keliatannya  saja  merdeka.  Kenyataannya  belum  benar-benar
     merdeka.  Hanya  seakan-akan  merdeka.  Atau  pura-pura  merdeka.  Padahal  masih
     diperbudak seseorang, ego, harta atau dosa.

                                               Warta Jemaat  - 15 Agustus 2021 | 20
   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26