Page 15 - Warta 14 September 2025
P. 15
PERSIAPAN SAKRAMEN PERJAMUAN KUDUS
5 Oktober 2025
Pada hari Minggu, 5 Oktober 2025 kita akan merayakan Perjamuan Kudus.
Persiapan Perjamuan Kudus yang bertujuan untuk mempersiapkan hati anggota jemaat agar dapat menerima
Perjamuan Kudus dengan benar dan penuh makna. Persiapan ini penting karena Perjamuan Kudus adalah
sakramen penting yang mengingatkan kita pada pengorbanan Yesus Kristus dan karya keselamatan-Nya.
Pelawatan Perjamuan Kudus yang dilaksanakan oleh penatua wilayah dan kepala rayon akan dilaksanakan pada
saat Ibadah hari Minggu selama tiga kali hari Minggu berturut-turut oleh pelayan Firman. Amplop Persembahan
Perjamuan Kudus akan disediakan dan dibagikan di depan pintu masuk ruang ibadah.
Untuk menyambut dan ikut serta dalam perayaan itu, marilah kita mempersiapkan diri bersama-sama.
1. Pada perjamuan malam terakhir, Kristus menghendaki kita merayakan perjamuan kudus untuk mengenang-
Nya. Mengenang Kristus berarti mengalami kehadiran-Nya seperti murid-murid-Nya dahulu mengalami
kehadiran-Nya bersama mereka. Mengenang Kristus juga berarti menyadari secara pribadi seluruh kehidupan
Kristus yang diberikan-Nya bagi keselamatan dunia, sejak Ia lahir, melayani, menderita sengsara, mati,
dibangkitkan dan dimuliakan di surga. Marilah kita merenungkan:
• Apakah Saudara benar-benar rindu untuk berjumpa secara pribadi dengan Kristus, untuk mengalami kasih,
kuasa, dan kebenaran-Nya yang membarui hidup Saudara?
• Apakah Saudara menghayati bahwa seluruh kehidupan dan karya Kristus, yaitu kelahiran-Nya, pelayanan-
Nya, penderitaan-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya ke surga, sampai dengan
kedatangan-Nya kembali, terkait erat dengan kehidupan Saudara?
2. Pada perjamuan malam terakhir, ketika Kristus memecah roti dan mengangkat cawan. Ia membagikan tubuh
dan darah-Nya sendiri kepada murid-murid-Nya. Menerima tubuh dan darah-Nya berarti dipersatukan dengan
Kristus sehingga Ia menjadi Kepala dan kita tubuh-Nya. Menerima tubuh dan darah-Nya berarti dipersatukan
dengan semua orang yang menerima-Nya juga menjadi satu tubuh dan satu roh. Marilah kita merenungkan:
• Apakah Saudara menghayati bahwa Kristus adalah Kepala seluruh kehidupan Saudara, dalam hidup
berjemaat dan bermasyarakat, dalam keluarga dan pekerjaan Saudara?
• Apakah Saudara menghayati bahwa Saudara adalah anggota tubuh Kristus yang saling mengasihi
seorang terhadap yang lain.
3. Ketika kita bersatu dengan Kristus, Roti Hidup yang dipecah-pecahkan bagi dunia ini, kita pun dipersatukan
dalam kematian dan kebangkitan Kristus. Dipersatukan dengan Kristus berarti diutus untuk mengosongkan
dan menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Kristus. Dipersatukan dengan Kristus berarti diutus untuk
memberi hidup kita demi keselamatan dunia. Marilah kita merenungkan:
• Apakah dalam persekutuan dengan Kristus, Saudara mau berkorban dan menjadi berkat bagi sesama
Saudara?
• Apakah Saudara menyadari bahwa sebagai anggota tubuh Kristus di tengah dunia, Saudara menjadi mata
dan telinga bagi Kristus yang melihat dan mendengarkan, serta peduli terhadap kebutuhan dan masalah
sesama Saudara? Sudahkah Saudara menjadi mulut bagi Kristus yang menyuarakan kebenaran dan
keadilan dalam lingkungan Saudara? Sudahkah Saudara menjadi tangan bagi Kristus yang berkarya
memperjuangkan damai sejahtera di muka bumi?
Kiranya Roh Kudus menolong kita semua dalam mempersiapkan diri untuk merayakan Perjamuan Kudus pada
hari Minggu, 5 Oktober 2025 mendatang.
Warta Jemaat – 14 September 2025 | 15

